• --
  • --
  • --

Rekening Kami

Login




Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Narko
Ditulis oleh muji tp   
Jumat, 11 September 2009 13:22
Tidak Ingin Memberatkan Ibu

Allah memberi cobaan, Allah jua yang memberi pertolongan. Beban hidup keluarga yang kini harus ditanggung oleh ibunda, Ibu Karni seorang diri makin membuatnya sedih, suami tak lagi menemani. Ketika itulah seorang lelaki yang mengaku dari panti asuhan di Kota Solo datang ke rumahnya di Ngandong, Kedung Ombo, Boyolali. Mendengar maksud kedatangannya, Ibu Karni trenyuh sekaligus senang ada jalan keluar atas masalahnya. Lelaki itu adalah Bapak Nur Abdul Wahid dari Panti Asuhan Nur Hidayah yang datang atas informasi dari Mbak Wahyuni, kakak Narko, bahwa ayah mereka baru saja meninggal dan keluarganya perlu bantuan.

Tahun 2006 merupakan episode baru dalam hidup Narko. Dia adalah seorang anak yatim yang kini berusia 13 tahun ini. Setelah kepergian ayah tercinta, teladan dan tumpuan hidup keluarga, si bungsu yang dilahirkan 6 Agustus 2006 ini tak bisa lagi bermanja. Dari lima orang anak yang ditinggalkan almarhum Bapak Sadi, Narko adalah yang paling kecil. Waktu itu dia masih duduk di kelas II naik ke kelas III. Saat kenaikan kelas itulah datang ujian hidup bagi keluarganya, sang ayah dipanggil kembali ke hadirat Allah swt.

Allah memberi cobaan, Allah jua yang memberi pertolongan. Beban hidup keluarga yang kini harus ditanggung oleh ibunda, Ibu Karni seorang diri makin membuatnya sedih, suami tak lagi menemani. Ketika itulah seorang lelaki yang mengaku dari panti asuhan di Kota Solo datang ke rumahnya di Ngandong, Kedung Ombo, Boyolali. Mendengar maksud kedatangannya, Ibu Karni trenyuh sekaligus senang ada jalan keluar atas masalahnya. Lelaki itu adalah Bapak Nur Abdul Wahid dari Panti Asuhan Nur Hidayah yang datang atas informasi dari Mbak Wahyuni, kakak Narko, bahwa ayah mereka baru saja meninggal dan keluarganya perlu bantuan.

Niat baik Pak Nur yang sekarang menjadi Ketua Bidang Sosial Yayasan Nur Hidayah disambut gembira keluarga. Alhasil, Daryanto, kakak Narko bersedia ikut untuk tinggal di panti asuhan. Narko saat itu belum bisa ikut karena sang nenek keberatan. Sebagai anak bungsu neneknya merasa ‘eman’ atau sayang kepadanya. Barulah beberapa bulan setelah Daryanto pergi ke panti asuhan, tepatnya bulan Ramadhan tahun 2006 Narko diperbolehkan menyusul kakaknya itu.

Tak Hanya Sekolah

Berpisah dengan orang tua apalagi selamanya tentu saja tidak mudah bagi seorang anak yang masih kecil. Bukan sesuatu yang bisa dibayangkan oleh setiap orang. Apalagi oleh anak sekecil Narko ini. Namun rupanya kesadaran untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua telah dimilikinya. Berbekal niat tidak ingin menambah beban ibunya, Narko rela pergi jauh dari rumah dan tinggal di panti asuhan. Bersama teman-teman yang senasib, Narko tinggal berjauhan demi meringankan beban hidup ibu yang harus berjuang sendirian.

Ibu Karni hanya seorang petani miskin. Dengan sepetak tanah yang ditinggalkan suaminya dia harus menghidupi kelima anaknya. Suaminya meninggal tanpa terduga, dua hari terbaring sakit di rumah kemudian dipanggil Yang Maha Kuasa. Beruntung dua anaknya mau tinggal di panti asuhan sehingga bebannya agak terkurangi. Sedang dua orang sudah bekerja dan menikah, dan satu anak membantunya di rumah menggarap sawah. Melepas kedua anaknya pergi ke panti asuhan bukan semata faktor ekonomi tapi juga didorong dengan kepercayaan bahwa anaknya akan mendapatkan pendidikan yang layak di sana. Berharap kelak anaknya menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara.

Begitulah, Narko, Daryanto, dan puluhan anak yatim piatu lainnya yang tinggal di Panti Asuhan Nur Hidayah mendapat kesempatan untuk sekolah dan belajar agama. meskipun tidak sebagus di pondok pesantren, namun pendidikan agama yang diajarkan di sini lumayan sering. Narko yang tidak pernah mengeluh soal makanan ini merasa senang bisa sekolah dan diajari ilmu agama sekaligus. Walaupun sebagai anak kadangkala mendapat hukuman karena kenakalannya, tapi siswa kelas VI SDN Wonosari ini senang masih ada yang peduli dan membantu anak-anak yatim seperti dirinya. Kelak Narko ingin menjadi seorang anggota TNI seperti kakaknya Tri Yuliyanto, salah seorang anak asuh yang kini belajar di Akmil. (If)
Komen
Tambah Komentar Carian
+/-
Komentar..
Nama:
e-mail:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kod anti-spam yang tertera pada gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Pengelola


Tooltip
Sekretaris Yayasan Nur Hidayah

Bendahara Yayasan Nur Hidayah



Komentar terbaru