• --
  • --
  • --

Rekening Kami

Login




Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Sri Mahlini
Ditulis oleh muji tp   
Senin, 11 Mei 2009 12:49
Senangnya Bisa Tetap Sekolah

Wajahnya yang selalu ceria acapkali menghidupkan suasana panti. Dengan guyonan khasnya, Sri Mahlini namanya, selalu membuat orang di sekitarnya tersenyum. Walaupun suka cengar-cengir, Mahlini, panggilannya, teman-teman di Panti Asuhan Nur Hidayah banyak yang menyukainya. Apalagi Mahlini dianggap sebagai kakak, karena usianya yang terbilang senior. Anak-anak asuh lainnya menghormatinya, namun tetap bisa bercanda dengannya.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini sungguh berhati mulia. Saat anak-anak seusianya asyik bermain dan keluyuran, Mahlini justru berpikiran lain. Dia sudah berpikir jauh ke depan. Dengan latar belakang keluarga yang kekurangan, Mahlini ingin menjadi pengusaha komputer. Sesuai dengan pendidikannya sekarang, Jurusan Multimedia SMK N IX Surakarta. Dia menuturkan, dengan sukses menjadi pengusaha komputer dirinya ingin menyekolahkan kedua adiknya.

Perpisahan Orang Tua

Saat ini Mahlini hidup terpisah dengan kedua adiknya. Keduanya kini tinggal bersama Budhenya di Jlobo, Wonosari, Klaten. Kedua orang tuanya, yakni Bapak Abdullah Rafansah dan Ibu Suratmi, berpisah karena konflik yang tidak dimengertinya. Yang dia tahu, Bapaknya seringkali berbuat kurang baik kepada Ibunya. Bahkan beberapa kali Mahlini juga pernah mendapat perlakuan kurang baik dari Bapaknya.

Bapaknya kini entah pergi ke mana. Sedang sang Ibu sekarang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Solo. Dengan penghasilannya per bulan yang tidak seberapa itu, sang Ibu menitipkan kedua anaknya dalam pengasuhan Budhe mereka. Bersyukur bebannya berkurang, karena Mahlini tinggal di Panti Asuhan Nur Hidayah.

Beruntung Mahlini bersedia tinggal di Panti Asuhan Nur Hidayah. Pasalnya dengan begitu, dia dapat melanjutkan studinya ke jenjang SMP. Tadinya Mahlini sudah putus asa karena bakal tidak bisa sekolah lagi. “Alhamdulillah sekarang masih diizinkan Allah untuk tetap sekolah,” ujarnya.

Mahlini mengaku tidak tahu-menahu tentang panti asuhan ini sebelumnya. “Waktu itu saya masih kelas V SD. Pak Sis (pendiri dan ketua Dewan Pembina) dan Pak Muji (bendahara YNH)  datang ke rumah. Menanyakan beberapa hal kepada Ibu. Saya tidak tahu apa-apa, karena saya tidak ikut mendengarkan apa yang dibicarakan. Alhasil dari kunjungan Pak Sis dan Pak Muji ke rumah, saya disuruh tinggal di Panti Asuhan Nur Hidayah. Kegembiraan saya adalah jaminan bisa melanjutkan sekolah lagi,” tuturnya.

Jika tetap tinggal di rumah mungkin Mahlini tidak bisa sekolah seperti sekarang ini. Bapak Ibunya tidak mempunyai penghasilan tetap, apalagi sejak keduanya berpisah, sang Ibu harus banting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya. Mahlini sebagai anak sulung menyadari tanggung jawabnya kepada keluarga. Karena itu, dia bercita-cita menjadi pengusaha komputer dan bisa menyekolahkan adik-adiknya.

Bersama kakak sepupunya yang juga tinggal di Panti Asuhan Nur Hidayah, Darmono, Mahlini kerap pulang ke rumah orang tuanya dengan mengayuh sepeda onthel. Kegiatan ini adalah salah satu kesukaan Mahlini, bersepeda ria. Selain menyehatkan, bersepeda juga memberikan keasyikan tersendiri bagi dirinya. Melihat pemandangan di sepanjang jalan membuat segar pikiran dan menyenangkan hati. Sebenarnya dia tidak pernah bosan tinggal di panti. Karena semua tentang panti menyenangkan bagi Mahlini.

Meskipun terlihat selalu riang dan membuat suasana ceria, banyak yang tidak tahu bahwa Mahlini menyimpan gundah dalam hatinya. Sebagai anak yang masih memiliki kedua orang tua lengkap, dia merasa minder tinggal di panti asuhan. “Masak masih punya Bapak-Ibu kok tinggal di panti asuhan?” pertanyaan itulah yang mengusiknya selama ini. Padahal teman-teman atau pengasuh tidak pernah mengutarakannya. Mereka semua tidak menganggapnya berbeda dengan yang lain. Di sekolah pun Mahlini lebih sering duduk di meja paling belakang. “Abisnya enak sih duduk di belakang,” katanya sambil menunjukkan deretan gigi putihnya. (If)
Komen
Tambah Komentar Carian
+/-
Komentar..
Nama:
e-mail:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kod anti-spam yang tertera pada gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Pengelola


Tooltip
Sekretaris Yayasan Nur Hidayah

Bendahara Yayasan Nur Hidayah



Komentar terbaru