|
Ditulis oleh aspriyanto
|
|
Senin, 29 Maret 2010 14:17 |
Ibu, Aku ingin Membantumu…
Anak ini terlihat kalem, sama seperti kebanyakan anak panti asuhan lainnya. Terlihat dari wajahnya keluguan seorang anak yang terbiasa hidup prihatin. Ekonomi keluarga yang pas-pasan ditambah dengan ketiadaan sang ayah. Maka jadilah ibunya sebagai kepala keluarga. Selain tetap mengasuh anak-anaknya, dia juga bekerja untuk mendapatkan penghasilan, mengepulkan asap dapur.
Dimas Argo Prakosa namanya atau sebut saja Dimas. Siswa kelas III SD Mujahidin Banyuanyar ini sekarang tinggal bersama kedua saudaranya di Panti Asuhan Nur Hidayah. Bapaknya meninggal waktu Dimas belum sekolah. Almarhum Bapak Sutimin meninggalkan kelima anaknya, laki-laki semua, dalam pengasuhan istrinya, Ibu Sunarti. Alhamdulillah Ibu Sunarti dari yang tak lain ibunda Dimas, Yogi (kakak Dimas), dan Arya (adik Dimas), adalah wanita yang kuat. Dia mengajarkan ketegaran menghadapi ujian hidup kepada anak-anaknya.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh aspriyanto
|
|
Senin, 29 Maret 2010 13:55 |
Masa Depannya Terselamatkan
Barangkali banyak anak usia sekolah yang tak seberuntung Selvi. Di masa akhir sekolah menengah pertama, Selvi berada dalam bayang-bayang kesuraman karena tidak pasti akan sekolah lagi atau tidak. Namun pada akhirnya, Allah jua yang menolong hamba-hamba-Nya. Siswi lulusan SMP Negeri 2 Pohpelem Wonogiri tahun 2009 tersebut kini dapat terus tersenyum karena dirinya bisa bisa terus sekolah.
Selvi yang punya nama lengkap Selvi Nukiyati terlahir di Wonogiri, 24 Januari 1994. Bapaknya bernama Bapak Suyono dan Ibunya bernama Ibu Waitem. Selvi adalah anak kedua mereka yang sekaligus bungsu. Seorang kakaknya kini telah menikah dan masih tinggal satu atap dengan orang tuanya.
Pak Suyono dan Bu Waitem adalah warga Desa Giriharjo Kecamatan Pohpelem Kabupaten Wonogiri. Sehari-harinya, keduanya bekerja sebagai petani. Sepetak kecil sawah dengan rajin dipelihara dan digarap saat musim hujan tiba. Di daerah itu, sulit mendapatkan pengairan untuk sawah sehingga hanya mengenal musim tanam saat musim hujan. Selebihnya, sawah mereka ditanami jagung. Mencari rumput bagi ternak sapi merupakan kegiatan rutin sehari-hari di samping bertani. Sang bapak pun rela menjadi buruh bangunan bersama kawan-kawannya untuk tetap mengepulkan asap dapur di rumahnya.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh aspriyanto
|
|
Senin, 29 Maret 2010 13:52 |
Sang Paskibra dari Bumi Gaplek
Nama Giriyanto barangkali menarik bagi Anda, karena terdengar agak jarang dipakai orang. Namun rupanya ada keterkaitan antara nama dengan tanah kelahiran. Agaknya demikianlah yang dialami anak asuh Yayasan Nur Hidayah ini. Giriyanto, 16 tahun, adalah satu dari beberapa anak asuh yang berasal dari Kabupaten Wonogiri. Apakah nama yang diberikan orang tuanya memang disengaja mengambil satu suku kata dari daerah kelahirannya? Kita simak penuturan pemuda yang berkulit sawo matang ini.
“Entahlah, Bapak tidak pernah cerita soal nama yang diberikan kepadanya. Saya tidak tahu ada tidaknya hubungan antara nama saya dengan nama tempat tinggal saya.” Ataukah karena rumahnya di daerah pegunungan (giri) jadi namanya Giri? Entahlah, tidak penting bagi Giri untuk mencari tahu. Tujuannya satu, yakni tetap melanjutkan sekolah agar bisa mencapai cita-citanya menjadi seorang pengusaha.
Sejak di bangku SMP, Giri sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Sebut saja PMR (Palang Merah Remaja), Pramuka, dan Paskibra alias Pasukan Kibar Bendera. Karena saking aktifnya di banyak kegiatan inilah, Giri lantas dikenal oleh guru-gurunya di SMP. Walaupun bukan siswa terpandai di kelasnya, Giri lumayan dekat dengan para guru, salah satunya Bapak Ahmad Paryo.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh muji tp
|
|
Jumat, 11 September 2009 13:27 |
Si Yatim Penggembala Kambing
Setiap orang memang unik dengan ciri khas dan cerita masing-masing. Begitu pula dengan anak-anak yatim-piatu yang tinggal di panti asuhan Nur Hidayah. Mereka memang anak-anak biasa, tetapi Allah sendiri telah menyematkan kemuliaan bagi mereka. Begitu juga dengan orang-orang yang mau peduli dan memperhatikan anak-anak yatim. Keunikan mereka tidak hanya pada garis takdir yang menempatkan mereka dalam kesusahan ekonomi, tetapi juga dalam karakter dan latar belakang keluarga. Seperti kisah anak panti yang satu ini.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh muji tp
|
|
Jumat, 11 September 2009 13:22 |
Tidak Ingin Memberatkan Ibu
Allah memberi cobaan, Allah jua yang memberi pertolongan. Beban hidup keluarga yang kini harus ditanggung oleh ibunda, Ibu Karni seorang diri makin membuatnya sedih, suami tak lagi menemani. Ketika itulah seorang lelaki yang mengaku dari panti asuhan di Kota Solo datang ke rumahnya di Ngandong, Kedung Ombo, Boyolali. Mendengar maksud kedatangannya, Ibu Karni trenyuh sekaligus senang ada jalan keluar atas masalahnya. Lelaki itu adalah Bapak Nur Abdul Wahid dari Panti Asuhan Nur Hidayah yang datang atas informasi dari Mbak Wahyuni, kakak Narko, bahwa ayah mereka baru saja meninggal dan keluarganya perlu bantuan.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Halaman 1 dari 5 |