• --
  • --
  • --

Rekening Kami

Login




Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Dimas Arga Prakosa
Ditulis oleh aspriyanto   
Ibu, Aku ingin Membantumu…

Anak ini terlihat kalem, sama seperti kebanyakan anak panti asuhan lainnya. Terlihat dari wajahnya keluguan seorang anak yang terbiasa hidup prihatin. Ekonomi keluarga yang pas-pasan ditambah dengan ketiadaan sang ayah. Maka jadilah ibunya sebagai kepala keluarga. Selain tetap mengasuh anak-anaknya, dia juga bekerja untuk mendapatkan penghasilan, mengepulkan asap dapur.

Dimas Argo Prakosa namanya atau sebut saja Dimas. Siswa kelas III SD Mujahidin Banyuanyar ini sekarang tinggal bersama kedua saudaranya di Panti Asuhan Nur Hidayah.  Bapaknya meninggal waktu Dimas belum sekolah. Almarhum Bapak Sutimin meninggalkan kelima anaknya, laki-laki semua, dalam pengasuhan istrinya, Ibu Sunarti. Alhamdulillah Ibu Sunarti dari yang tak lain ibunda Dimas, Yogi (kakak Dimas), dan Arya (adik Dimas), adalah wanita yang kuat. Dia mengajarkan ketegaran menghadapi ujian hidup kepada anak-anaknya.
Baca selengkapnya...
 

Pendirian yayasan yang berkantor pusat di Jl. Pisang Number 12 Kelurahan Kerten Kecamatan Laweyan Surakarta pada tahun 1992 berdasarkan akte Notaris Anton Wahyu Pramono, SH. Nomor 10 tanggal 7 Pebruari 1992 yang telah diadakan perubahan masing-masing melalui Notaris Tjondro Santoso, SH dengan Akta Perubahan Nomor 75 tanggal 24 April 1993 dan Notaris H. Made Tony Rodhiyarto, SE., SH. Nomor 7 tanggal 15 Januari 2004. Adapun untuk Panti Asuhan Anak Yatim Nur Hidayah sudah terdaftar dalam Ijin ORSOS nomor 283/ORSOS/2003/2007 tanggal 6 Maret 2007 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Jawa Tengah. Yayasan Nur Hidayah Surakarta bergerak dibidang pendidikan dan sosial. Saat ini asrama panti ada 3 buah yang secara kronologis berdiri sebagai berikut:

  • Tahun 1997
    Peresmian Panti Asuhan Yatim Putra tingkat sekolah dasar dengan jumlah anak asuh sebanyak 20 anak sekaligus diadakan pula khitanan massal sebanyak 34 anak yatim/dhuafa. Asrama ini berada di Jl. Pisang No. 23 Kerten Surakarta dan saat ini jumlah anak asuh yang ditampung sebanyak 27 anak.
  • Tahun 2002
    Pendirian panti asuhan yatim putri di Jl. Pisang I No. 1 yang pada saat ini jumlah anak asuh putri sebanyak 20 anak .
  • Tahun 2007
    Sejak diresmikan Walikota Surakarta tanggal 21 Juli 2007, panti asuhan yatim putra Banyuanyar mulai dihuni anak asuh. Saat ini jumlah anak asuh yang menempati sebanyak 14 orang, namun target tahun ini sebanyak 20 orang. Panti asuhan ini beralamat di Jl. Bone Timur III Kelurahan Banyuanyar Surakarta. Dengan diresmikannya asrama yang baru di Banyuanyar tersebut, maka jumlah seluruh anak asuh putra dan putri sebanyak 61 orang
  • Tahun 2010
    Pada tanggl 20 Maret 2010, diresmikan oleh Ir. H. Joko Widodo penggunaan Wisma Yatim Yayasan Nur Hidayah Surakarta yang berada di Jl, Pisang No. 2 Kerten Laweyan Surakarta. Diatas lahan 300 m2 tersebut dibangun bangunan 2 lantai. Lantai 2 dipergunakan untuk asrama yatim putri dan lantai 1 dipergunakan untuk kegiatan life skill, poliklinik, serta majalah Nur Hidayah. 

Jumlah anak terus mengalami pasang surut seiring dengan tingkat sekolah mereka, ada yang sudah lulus dan bekerja sehingga digantikan anak baru. Untuk saat ini kami menampung sebanyak 64 orang. Kami terus akan mencari anak asuh. Apabila ada informasi calon anak asuh yang layak untuk ditampung kami siap menampung anak tersebut dengan syarat yatim, yatim piatu, dan miskin. Apabila para pembaca sekalian mempunyai informasi, segera kirimkan kepada kami.
 
Selvi Nukiyati
Ditulis oleh aspriyanto   
Masa Depannya Terselamatkan

Barangkali banyak anak usia sekolah yang tak seberuntung Selvi. Di masa akhir sekolah menengah pertama, Selvi berada dalam bayang-bayang kesuraman karena tidak pasti akan sekolah lagi atau tidak. Namun pada akhirnya, Allah jua yang menolong hamba-hamba-Nya. Siswi lulusan SMP Negeri 2 Pohpelem Wonogiri tahun 2009 tersebut kini dapat terus tersenyum karena dirinya bisa bisa terus sekolah.

Selvi yang punya nama lengkap Selvi Nukiyati terlahir di Wonogiri, 24 Januari 1994. Bapaknya bernama Bapak Suyono dan Ibunya bernama Ibu Waitem. Selvi adalah anak kedua mereka yang sekaligus bungsu. Seorang kakaknya kini telah menikah dan masih tinggal satu atap dengan orang tuanya.

Pak Suyono dan Bu Waitem adalah warga Desa Giriharjo Kecamatan Pohpelem Kabupaten Wonogiri. Sehari-harinya, keduanya bekerja sebagai petani. Sepetak kecil sawah dengan rajin dipelihara dan digarap saat musim hujan tiba. Di daerah itu, sulit mendapatkan pengairan untuk sawah sehingga hanya mengenal musim tanam saat musim hujan. Selebihnya, sawah mereka ditanami jagung. Mencari rumput bagi ternak sapi merupakan kegiatan rutin sehari-hari di samping bertani. Sang bapak pun rela menjadi buruh bangunan bersama kawan-kawannya untuk tetap mengepulkan asap dapur di rumahnya.
Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Halaman 1 dari 4

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini8
mod_vvisit_counterKemarin25
mod_vvisit_counterMinggu Ini104
mod_vvisit_counterBulan ini66
mod_vvisit_counterAll12974

Pengelola


Tooltip
Sekretaris Yayasan Nur Hidayah

Bendahara Yayasan Nur Hidayah



Komentar terbaru